Rabu, 17 Mei 2017

Djarot Serahkan Kelanjutan Reklamasi Jakarta ke Anies-Sandi....


Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat enggan berkomentar banyak mengenai rencana Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang ingin mengubah alih fungsi proyek pulau reklamasi.

Salah satu yang yang diinginkan adalah membuat pelabuhan. Sebab, janji kampanye Anies-Sandi tidak akan melanjutkan proyek pulau buatan itu. Sebab, dinilai hanya mementingkan kepentingan sekelompok tertentu,Kalau itu saya tidak bisa menjawab," kata Djarot di Balai Kota, Rabu 17 Mei 2017.

Djarot mengatakan, kelanjutan proyek reklamasi yang sempat dihentikan sementara pada tahun lalu ini masih menunggu kajian oleh pemerintah pusat.

Bila nanti transisi pemerintahan Djarot dan Ahok akan digantikan, hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab pemimpin Jakarta selanjutnya. "Tanya kepada beliau saja. Kalau ada peraturannya ya monggo. Itu kan zamannya nanti Pak Anies dan Sandi.

Sebelumnya, Djarot menyatakan akan menitipkan pembahasan lanjutan proyek reklamasi kepada pemerintahan Anies - Sandi.

Politikus PDIP itu berharap Anies dapat mengikuti rencana yang pernah ditawarkan oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama, yakni mengenakan kontribusi 15 persen kepada pengembang.

Tapi sudah menjadi suatu pengetahuan bagi masyarakat kontribusi tambahan 15 persen tetap kami berlakukan. Oleh karena itu kami, Bappeda, Biro hukum akan berkirim surat kepada DPRD dan kementerian terkait tentang keputusan kami.

Firza Tersangka Penahanan Ditentukan Usai 1x24 Jam Pemeriksaan



Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya menetapkan Firza Husein sebagai tersangka pornografi di kasus 'baladacintarizieq'. Penahanan Firza akan diputuskan setelah pemeriksaan 1x24 jam sebagai tersangka.

"Kita masih punya waktu 1x24 jam, kita tunggu besok saja," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Firza menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Dari hasil gelar perkara, penyidik menyimpulkan penetapan status tersangka terhadap Firza.

Sementara pemeriksaan Firza malam ini disetop. Firza akan menjalani pemeriksaan kembali pada Rabu (17/5) besok dengan statusnya sebagai tersangka.

"Malam ini istirahat dulu. Besok kita lalukan pemeriksaan sebagai tersangka.

Firza dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto pasal 29 dan atau Pasal 6 juncro pasal 32 dan atau pasal 8 junto pasal 34 UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Sabtu, 13 Mei 2017

Begini Penampakan Aksi 1.000 Lilin untuk Ahok di Surabaya

Aksi 1.000 lilin sebagai dukungan untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga digelar di Kota Surabaya. Massa, yang sebagian besar berpakaian warna merah, sambil membawa lilin menyala, memenuhi ruas jalan di sekitar kompleks Tugu Pahlawan.

Sejak pukul 18.00 WIB, Jumat (12/5/2017), massa berdatangan ke Tugu Pahlawan. Mereka berangsur memenuhi ruas jalan di sekitar lokasi.

Arus lalu lintas di Jalan Pahlawan depan kantor Gubernur Jawa Timur awalnya masih dapat bergerak. Namun, massa semakin lama semakin membeludak, sehingga membuat arus lalu lintas ditutup.

mahkotaqq.com

Ketika sudah tidak ada kendaraan yang melintas di Jalan Pahlawan menuju ke Jalan Kramat Gantung, massa akhirnya meluber hingga badan jalan. Dari gambar di atas udara, tampak Jalan Pahlawan seperti menyala. Barisan massa juga sampai ke Jalan Pasar Besar.

Sambil membawa lilin, massa menyanyikan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' dan lagu wajib nasional, seperti 'Bagimu Negeri'. Selain itu, massa meneriakkan yel-yel 'Bebaskan Ahok sekarang juga'.

Aksi menyalakan lilin ini berlangsung sekitar 1,5 jam. Meski aksi menyalakan lilin bersama dan bernyanyi usai, sebagian massa masih bertahan di lokasi. 

Sebagian massa yang masih berada di lokasi ada yang foto selfie dengan latar belakang Tugu Pahlawan. Sementara itu, ada juga yang sudah berjalan meninggalkan Jalan Pahlawan.

Kamis, 04 Mei 2017

Tertangkap Kamera, Inilah Anggota DPR Yang Berterima Kasih Pada Buruh Gadungan yang Bakar Bunga untuk Ahok...


1 Mei 2017 yang diperingati sebagai hari buruh di Indonesia sepertinya disalahgunakan oleh pihak lawan Ahok yang tidak menyukai banyaknya karangan bunga yang diberikan untuk Ahok.

Sehingga pihak lawan memanfaatkan hari Buruh kemudian menyamar menjadi Buruh, lalu melakukan kerusuhan seperti membakar karangan bunga yang diberikan oleh masyarakat kepada Ahok dan Djarot.

Adapun aksi ini dikecam oleh banyak pihak terutama pihak masyarakat khususnya yang sudah ikut berpartisipasi dalam memberikan karangan bunga untuk Ahok dan Djarot.
Mereka tidak tahu apa yang salah dengan karangan bunga mereka sehingga dibakar, bukannya dengan melakukan pembakaran, mereka telah melakukan pelanggaran hukum karena merugikan masyarakat?
Masyarakat yang membeli dan menyewa karangan bunga dengan uang mereka.
Banyak pihak juga menanyakan dimana pihak penegak hukum saat terjadinya aksi pembakaran seperti itu? Bukankah ini adalah negara hukum?
Sekalipun mereka adalah buruh yang sedang merayakan hari buruh, bukan berarti diizinkan melakukan aksi rusuh yang merugikan pihak lain. Dan karena itu pada prinsipnya melanggar hukum.
Tersebar banyak di media sosial ada kesamaan seragam pelaku pembakaran yang merupakan suruhan Said Iqbal dan foto Fadli Zon sedang merangkul buruh berpakaian seragam identik.
Hari buruh 1 Mei 2017 ditunggangi kelompok sakit hati pada Jokowi dan juga para pembenci Ahok, perpaduan sempurna untuk bikin rusuh dan sekali lagi mereka gagal.

Selasa, 02 Mei 2017

Djarot Minta Sandiaga Belajar Sebelum Bikin Taaruf Massal di RPTRA



Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ingin mengadakan taaruf massal bagi warga Jakarta yang melajang alias jomblo di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Mendengar hal itu, Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat pun tertawa. Selama beberapa detik Djarot hanya tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala. Djarot berpesan agar Sandiaga belajar soal fungsi RPTRA sebagai ruang terbuka publik.

"Waduh, waduh, waduh, jomblo itu belum punya pacar itu ya? Belum punya pasangan ya? Aduh jadi suruh belajar dululah fungsinya RPTRA itu apa," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat..

Sandiaga menilai RPTRA minim kegiatan sehingga bisa dijadikan fasilitas bagi program taaruf massal ini. Djarot pun kembali tersenyum mendengarnya. Ia menyarankan Sandiaga kembali belajar dan meninjau langsung RPTRA.

"Waduh makanya suruh ke RPTRA, suruh koordinasi sama pengelola RPTRA ya," ucap Djarot.

Sebelumnya diberitakan, Sandiaga telah mempersiapkan Kartu Jakarta Jomblo (KJJ) bagi warga yang sedang melajang. Sandiaga juga akan menggunakan taman RPTRA untuk memfasilitasi warga agar bertemu.

"Nanti di RPTRA kan sudah dibangun, tapi kurang kegiatan. Gimana kalau adakan program taaruf, taaruf massal. Jadi mereka datang yang jomblo, terus ada kegiatan game, misalnya, catur atau game bakiak sama-sama, lomba 17-an Agustus juga," kata Sandiaga

Senin, 01 Mei 2017

Buruh pembakar bunga Ahok mengaku sudah kontrak politik dengan Anies



Sejumlah karangan bunga untuk Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Syaiful Hidayat di depan Balai Kota dibakar oleh para buruh yang menggelar aksi peringatan hari buruh se-dunia. Mereka sengaja membakar karangan bunga karena kesal dengan kebijakan Ahok-Djarot.

Karena UMP tidak naik-naik sampai sekarang. Kita mau lihat bagaimana sikapnya. Ini simbol sebagai bersih-bersih," kata Sekjen Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin (FSP LEM) SPSI Idrus kepada awak media, di depan Balai Kota Jakarta, Senin (1/5).

Dikatakan dia, pembakaran karangan bunga merupakan bentuk kekesalan para buruh di Jakarta yang upahnya tidak juga dinaikan oleh pemerintahan Ahok-Djarot. Terlebih, upah di Jakarta lebih rendah bilang dibandingkan dengan daerah lainnya.

"Ini kekesalan kami yang selama ini tuntutan kami tak didengarkan, masa kalah dengan Bekasi, Karawang, Cikarang.

Selain itu, Idrus pun mengakui bila buruh yang tergabung dengan FSP LEM SPSI telah melakukan kontrak politik dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan- Sandiaga Uno. Bahkan, kontrak politik itu ditandatanganinya pada saat masa kampanye berlangsung.

"Anies sudah janji, dia tidak mau gunakan PP 78. Sudah ada kontrak politik dengan Anies waktu kampanye..

Di sisi lain, Idrus menegaskan akan bertanggung jawab atas pembakaran tersebut. "Saya bertanggung jawab atas pembakaran karangan bunga ini. Ini bentuk protes kami atas apresiasi," pungkas dia.

Sebelumnya, massa aksi buruh yang mengenakan kaos berwarna hitam merah dengan tulisan Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin (FSP LEM) SPSI menggelar aksi unjuk rasa di depan Bali Kota Jakarta. Dalam aksinya, mereka tiba-tiba mengumpulkan karangan bunga yang dipajang di depan gedung Balkot.

Tak lama kemudian, mereka lantas membakar karangan bunga berbagai ucapan semangat untuk Ahok-Djarot tersebut. Petugas yang berjaga di lokasi itu pun menghentikan aksi massa dan memadamkan api

Sabtu, 29 April 2017

Minta Masukan untuk Jakarta, Sandiaga Akan Ajak Agus-Sylvi Diskusi

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memenangi perolehan suara pilkada DKI Jakarta putaran kedua versi hitung cepat (quick count). Anies-Sandiaga akan melakukan komunikasi dengan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Senang lihat mas Agus semangat, dan Mpok Sylvi semangat dan kita tetap butuh masukan. Mas Agus punya gagasan baik. Kita punya sesi diskusi bareng, dan apa yang mas Agus perjuangkan juga. Kita ingin Jakarta lebih baik," ujar Sandiaga kepada wartawan di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (29/4/2017).

Dengan diskusi bersama banyak pihak termasuk Agus dan Sylviana, maka Sandiaga bersama Anies bisa menampung masukan guna perbaikan Jakarta.

"Yang pasti banyak pemikiran. Semakin pemikiran, semakin bagus penyelesaiannya," ujar Sandiaga.

Menurut Sandiaga, Agus dan Sylviana memiliki pandangan baik terhadap Jakarta. Terutama saat keduanya ikut dalam Pilkada DKI meski gugur di putaran pertama Pilgub DKI Jakarta.

"Pasti diajak duduk bareng karena 4,5 bulan (masa kampanye) sangat intens. Ada foto-foto (karya Sylviana) yang menggambarkan sisi lain Jakarta," ujar Sandiaga bicara mengenai pemikiran Agus-Sylviana untuk Jakarta.