Senin, 31 Juli 2017

Maju-Mundur Habib Rizieq





Tanggal 17 Agustus mendatang adalah hari yang spesial untuk Front Pembela Islam. Organisasi kemasyarakatan yang belakangan banyak menghiasi panggung demonstrasi di Jakarta itu akan berusia 19 tahun. FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 di Pondok Pesantren Al-Um, Ciputat, Tangerang, oleh para ulama dan habib.

Salah satunya Habib Rizieq Syihab, yang peran dan figurnya sangat sentral dalam perjalanan FPI hingga hari ini. Namun milad FPI tahun ini bakal dilewatkan tanpa kehadiran Rizieq, sang imam besar. Rizieq dipastikan batal pulang kampung dari Arab Saudi ke Petamburan, sebutan bagi markas FPI di Jalan Petamburan III Nomor 17, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Padahal acara akbar sudah disiapkan oleh pengurus DPP FPI untuk menyambut milad tersebut. Acara itu pun mereka kombinasikan dengan peringatan hari ulang tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang jatuh pada 17 Agustus. “Merawat Kebinekaan dalam Bingkai Syariah” adalah tema yang mereka usung.




Pada 19 Agustus mendatang itu, sejak dini hari FPI bakal menggelar serangkaian acara. Mulai salat tahajud berjemaah, salat subuh berjemaah, doa untuk Indonesia, pentas seni, hingga ceramah-ceramah agama, yang untuk sementara akan dipusatkan di GOR Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka mengundang para alumni “Aksi Bela Islam 212” untuk “memutihkan” Jakarta.

Sekretaris DPP FPI DKI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengakui ini pertama kalinya milad FPI tanpa Rizieq. Namun, menurut Novel, hal ini juga menjadi pelajaran berharga bagi FPI. “Tetap dilaksanakan (milad FPI) dan buat kita suatu pendidikan agar kita benar-benar bisa mandiri dan percaya diri untuk bisa menjadi kader FPI yang siap menjadi organisasi kader, bukan organisasi figur, dan itulah yang diharapkan oleh Habib Rizieq

Rencana kepulangan Rizieq dari Arab, untuk kesekian kalinya, mulai terdengar pada 24 Juli 2017. Sugito Atmo Pawiro, pengacaranya, mengatakan Rizieq akan pulang sebelum 17 Agustus untuk menghadiri milad FPI. Berkunjung ke Indonesia sekitar empat hari, Rizieq akan kembali ke Arab untuk menunaikan ibadah haji.

Rizieq berada di Arab sejak akhir April 2017. Ketika itu diketahui ia menunaikan umrah bersama keluarganya. Beberapa hari kemudian, ia ditetapkan sebagai tersangka kasus chat porno di situs baladacintarizieq oleh Polda Metro Jaya. Sempat dikabarkan mampir ke Malaysia sebelum ke pulang ke Indonesia, Rizieq terbang kembali ke Arab dan bertahan hingga kini dari kejaran Polda Metro.

Selama di Arab, Rizieq terus menggelorakan perlawanan terhadap apa yang ia sebut sebagai kriminalisasi yang dilakukan Polda Metro Jaya dalam kasus baladacintarizieq itu. Ia juga menolak pemberlakuan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan mendukung demo FPI serta sejumlah ormas terkait perppu itu pada Jumat, 28 Juli lalu, di Jakarta.

Beliau kirim salam buat Anda semua, alumni 212, dan doakan beliau dijaga kesehatannya oleh Allah dan mudahkan segala urusannya dan kembali ke Indonesia, berjuang bersama kita,” ujar Ketua Presidium Alumni 212 yang juga juru bicara FPI, Slamet Ma’arif, kepada peserta aksi.

Sebelum Rizieq pulang, Sugito menuturkan telah mencoba melobi Polda Metro Jaya agar kasus baladacintarizieq dihentikan oleh polisi. Pergantian Kepala Polda Metro Jaya dari Irjen Mochamad Iriawan kepada Irjen Idham Azis membawa angin segar bagi Rizieq untuk proses lobi tersebut. Rizieq berharap Idham bisa diajak berdialog untuk menggugurkan status hukumnya.

Apakah lobi itu gagal sehingga kemudian Rizieq mengurungkan niatnya pulang ke Indonesia, Sugito hanya menjawab akan tetap mencari jalan keluar terbaik. “Lihat keadaan sekarang, sepertinya sulit bagi waktu kalau pulang ke Indonesia dulu. Di samping itu sudah musim haji, balik ke Saudinya akan susah dapat tiket pesawatnya,” kata Sugito

6 komentar:

Posting Komentar